Jurusan Teknik Dirgantara

Jurusan Teknik Dirgantara ITB, jika mendengar jurusan ini mungkin banyak yang mengira ITB membuka perkuliahan untuk calon pilot. Padahal jurusan ini bukan tempat belajar menerbangkan pesawat, melainkan mempelajari bagaimana merancang dan membuat pesawat, roket, sampai satelit supaya bisa beroperasi dengan baik. Nah, seperti apa sih sebenarnya materi yang akan dipelajari dan bagaimana prospek kerja lulusannya?

Jurusan Teknik Dirgantara ITB Belajar Apa?

Jurusan Teknik Dirgantara

Jurusan yang dikenal juga sebagai Aeronautika dan Astronotika merupakan jurusan yang mempelajari cara merancang, membuat, menguji dan juga mengoperasikan pesawat terbang, baik di atmosfer maupun di luar angkasa. Ada banyak sekali bentuknya, contohnya pesawat penumpang, pesawat tempur, helikopter, roket, drone, sampai wahana antariksa.

Jadi jurusan ini bukan mempersiapkan mahasiswanya menjadi calon pilot, melainkan difokuskan pada bidang engineering atau teknik/rekayasanya. Mahasiswa akan dibekali berbagai ilmu teknik dasar dan ditantang untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah kompleks di dunia penerbangan yang membutuhkan ketelitian tinggi, inovasi dan team work.

Baca juga: Jurusan Geografi Bisa Jadi Apa? Ini 8 Prospek Kerjanya dan Pilihan Kampusnya

Fokusnya adalah struktur, aerodinamika, mekanika terbang, sistem pesawat dan wahana ruang angkasa, dan sistem transportasi. Nah bidang aeronotika dan astronotika ini sangat menarik karena ada 2 tantangan utama yang harus dihadapi setiap mahasiswanya, yaitu:

  • Lingkungan fisik penerbangan yang sangat beragam, mencakup udara dan luar angkasa
  • Persyaratan rancangan fisik pesawat yang sering bertentangan, misalnya harus ringan tapi tetap kokoh dan kuat.

Dengan 2 tantangan utama tadi, bidang ini berkembang menjadi disiplin ilmu terpadu karena mahasiswanya akan belajar banyak hal dengan menggabungkan banyak disiplin ilmu seperti ilmu teknik fisika, mesin, material, kimia, elektro, sampai informatika untuk menyelesaikan satu masalah.

Di semester pertama, mahasiswa teknik dirgantara ITB akan menempuh perkuliahan di satu kelompok fakultas dengan nama tahapan “Tahap Persiapan Bersama (TPB)”. Setelah itu mahasiswa akan memilih peminatan: Teknik Mesin, Teknik Dirgantara, atau Teknik Material. Lalu tim fakultas akan mengevaluasi dan menempatkan mahasiswa di program studi yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Baca juga: Belum Lolos Seleksi, Lebih Baik Gap Year atau Swasta?

Mata Kuliah Jurusan Teknik Dirgantara

Mahasiswanya akan mendapatkan 144 SKS dalam kurang lebih 8 semester atau 4 tahun perkuliahan. Mata kuliah yang akan didapat:

  • Fisika Dasar
  • Kimia Dasar
  • Matematika
  • Pengenalan Teknik Mesin, Material, dan Dirgantara
  • Pancasila
  • Berpikir Komputasional
  • Pengantar Prinsip Keberlanjutan
  • Laboratorium Fisika Dasar
  • Laboratorium Kimia Dasar
  • Gambar Teknik
  • Statika Struktur
  • Pengenalan Rekayasa dan Desain
  • Olahraga
  • Pengenalan Teknik Dirgantara
  • Rekayasa Termal
  • Kinematika dan Dinamika
  • Mekanika Material
  • Aljabar Linear dan Persamaan Diferensial
  • Mekanika Fluida
  • Material dan Metode Manufaktur Dirgantara
  • Sistem Dinamik
  • Biologi
  • Persamaan Diferensial Parsial dan Metode Numerik
  • Literasi Data dan Inteligensi Artifisial
  • Instrumentasi, Pengukuran dan Eksperimen
  • Aerodinamika
  • Analisis dan Perancangan Struktur Ringan
  • Getaran Mekanik
  • Teknik Kendali
  • Statistika
  • Prestasi Pesawat untuk Desain
  • Propulsi Pesawat Terbang
  • Dinamika Terbang
  • Desain Wahana Dirgantara
  • Pengembangan Keprofesian dan Komunitas
  • Manajemen Rekayasa Industri

Prospek Kerja Jurusan Teknik Dirgantara

Lulusan Teknik Dirgantara memiliki peluang karier yang luas, baik di industri penerbangan dan antariksa maupun di berbagai bidang engineering lainnya. Secara umum, prospek kerjanya terbagi menjadi 2 sektor utama, yaitu industri kedirgantaraan dan lembaga penerbangan.

1.    Industri Kedirgantaraan:

Berkaitan langsung dengan pembuatan, pengoperasian, dan pemeliharaan pesawat:

  • industri manufaktur (PT. DI)
  • industri komponen kedirgantaraan, baik komponen-komponen avionika/optronika (LEN, PT. INTI ), hidrolika/landing-gear, maupun komponen standar.
  • industri jasa, yang meliputi jasa perawatan (ACS-PT.DI, GMF-AeroAsia, INDO-PELITA, MMF, Koharmat-AU), jasa angkutan udara (airlines, air charter, seperti PT. GIA, PT. MNA, dll.), maupun jasa telekomunikasi satelit (Satelindo, PSN, Telkom, Kohanudnas).

2.    Lembaga Penerbangan dan Pemerintahan

  • lembaga penelitian (Puspiptek/BPPT, Dislitbang AU, LAPAN).
  • lembaga pendidikan (ITB, AAU, Sekbang-AU, dll.)
  • lembaga pemerintahan (Departemen Perhubungan).

3.    Peluang Karier Internasional

Karena industri penerbangan bersifat global, lulusannya juga berkesempatan berkarier di perusahaan-perusahaan dunia. Alumninya sudah berhasil berkarier di:

  • Embraer
  • Brasil; Boeing
  • Amerika Serikat; de Havilland
  • Canada
  • Airbus
  • Eropa (Perancis, Jerman dan Inggris)
  • Cathay Pacific
  • Air Asia
  • NLR
  • Belanda; NTU

Selain itu lulusannya juga berkesempatan bekerja di bidang-bidang engineering, seperti industri otomotif, industri konstruksi umum, oil company, teknologi informasi, konsultan teknik dll. Jadi jurusan teknik dirgantara ini punya peluang karier yang sangat luas dan dibutuhkan sampai di kancah internasional.

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *