Jurusan Paling Disesali – Dulu terlihat menjanjikan, tapi setelah lulus dari perkuliahan banyak yang justru menyesal. Sebuah perusahaan rekrutmen internasional yaitu ZipRecruiter melakukan survei kepada 1.500 lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari pekerjaan. Ada 10 jurusan yang paling disesali oleh para alumninya dengan beberapa alasan terkuat. Alasan tersebut yang pasti berhubungan dengan realita dunia kerja dan juga pertimbangan finansial. Mereka menyadari bahwa pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan ekspektasi saat masih di bangku kuliah.
Jurusan Paling Disesali Lulusannya

Tidak sedikit mahasiswa yang sudah lulus kuliah justru merasa menyesal mengambil jurusan pilihannya. Realitas dunia kerja menjadi salah satu faktor utama.
1. Jurnalisme (87%)
Jurusan yang berhubungan dengan proses mencari, mengolah, dan menyebarkan informasi melalui berbagai media massa. Banyak yang tertarik di jurusan ini karena prospek kerjanya luas dan selalu dibutuhkan di era digital. Namun kenyataannya banyak lulusannya yang merasa tekanan kerjanya terlalu tinggi, namun tingkat pendapatannya tidak selalu stabil.
2. Sosiologi (72%)
Saat kuliah jurusan ini mempelajari perilaku masyarakat, interaksi sosial, sampai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar. Meski ilmunya sangat relevan dengan banyak isu sosial, namun banyak lulusannya merasa peluang kerja yang sesuai dengan bidangnya masih terbatas. Akibatnya banyak alumninya yang harus beralih ke bidang lain.
3. Seni (72%)
Banyak mahasiswa yang ingin mengembangkan skill dengan lanjut pendidikan di jurusan ini. Namun banyak sekali lulusan dari jurusan ini yang memiliki passion tinggi namun harus menghadapi tantangan realitas finansial, seperti pendapatan yang tidak menentu termasuk persaingan ketat.
Baca juga: 3 Jurusan STIP Jakarta dan Prospek Karier Lulusannya di Dunia Maritim
4. Komunikasi (64%)
Jurusan Ilmu Komunikasi banyak menjadi incaran calon mahasiswa karena prospek kerjanya luas, relevan dengan era digital dan fleksibel di berbagai industri. Lulusannya memiliki peluang kerja yang sangat luas, tetapi karena peminatnya juga banyak, persaingan di dunia kerja menjadi cukup ketat. Sebagian lulusan merasa harus memiliki pengalaman, portofolio, atau keterampilan tambahan agar lebih unggul dibanding kandidat lain.
5. Pendidikan (61%)
Jurusan Pendidikan ini sangat beragam dan mencakup berbagai bidang keahlian khusus, semuanya mempersiapkan mahasiswanya untuk menjadi tenaga pendidik dan profesional di bidang pendidikan. Namun, sebagian lulusan merasa perjalanan kariernya tidak mudah. Persaingan untuk menjadi guru ASN atau PPPK cukup ketat, banyak yang memulai sebagai guru honorer dengan penghasilan yang relatif rendah, dan perlu melalui proses mengabdi selama beberapa waktu sebelum memperoleh jenjang karier yang lebih baik.
6. Manajemen Marketing dan Riset (60%)
Jurusan ini mempelajari strategi pemasaran, perilaku konsumen, analisis pasar, serta riset bisnis. Dunia pemasaran berkembang sangat cepat mengikuti perubahan teknologi dan tren digital. Karena itu, banyak lulusan merasa perlu menguasai digital marketing, analisis data, hingga berbagai tools terbaru agar tetap kompetitif.
7. Pendamping Medis (56%)
Selanjutnya jurusan seperti Keperawatan, Rekam Medis dan lainnya yang menyiapkan tenaga pendukung di bidang pelayanan kesehatan untuk membantu proses perawatan dan layanan medis. Sebagian lulusan mengaku menghadapi tekanan kerja yang tinggi, jadwal yang padat, serta tuntutan fisik dan mental yang cukup berat dalam menjalankan profesinya.
8. Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
Jurusan ini mempelajari sistem politik, pemerintahan, kebijakan publik, serta hubungan antara negara dan masyarakat. Banyak mahasiswa tertarik karena ingin berkarier di instansi pemerintah atau lembaga publik. Namun, sebagian lulusan merasa peluang kerja yang benar-benar sesuai bidangnya cukup spesifik sehingga mereka perlu memperluas pilihan karier ke sektor lain.
Baca juga: 20 Kampus Terbaik di Indonesia Menurut QS World University Rankings 2027
9. Biologi (52%)
Lulusan jurusan Biologi juga tidak sedikit yang menyesal setelah berhadapan dengan realita dunia kerja. Walaupun memiliki banyak cabang ilmu, sebagian lulusan merasa pilihan karier dengan jenjang yang jelas masih terbatas jika hanya mengandalkan gelar sarjana. Karena itu, banyak yang memilih melanjutkan pendidikan atau mengambil sertifikasi tambahan.
10. Sastra Inggris (52%)
Jurusan ini berfokus pada kemampuan bahasa Inggris, sastra, linguistik, serta penerjemahan. Kemampuan bahasa asing memang menjadi nilai tambah, tetapi banyak lulusan merasa kemampuan tersebut saja belum cukup. Mereka biasanya perlu menambah keterampilan lain, seperti content writing, digital marketing, penerjemahan profesional, atau pengajaran agar lebih kompetitif di dunia kerja.
Jadi untuk kamu yang masih mencari jurusan kuliah, sebaiknya dipikirkan matang-matang sebelum memilih. Dipertimbangkan berdasarkan minat, bakat dan juga kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.
Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.