peluang kerja teknik industri

Jika kamu ingin berkuliah di jurusan dengan peluang kerja yang luas, kamu bisa memilih teknik industri. Bidang ini dikenal sebagai ilmu terapan yang multidisiplin dan dibutuhkan banyak sektor. Lulusan jurusan ini bisa bekerja di industri manufaktur, minyak dan gas bumi (migas), keuangan, dan masih banyak lagi.

Menurut laman Teknik Industri UI, teknik industri adalah bidang ilmu yang berfokus pada perancangan, manajemen, dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan, dan energi. Untuk melaksanakan peran tersebut, bidang ini menggunakan pengetahuan dan keahlian di bidang matematika, fisika, dan ilmu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa. Dengan pendekatan keilmuan tersebut, teknik industri bisa menghasilkan sistem kerja produksi hingga distribusi yang lebih efektif dengan mempertimbangkan faktor waktu, jumlah pekerja, teknologi, hingga cost efficiency.

Lantas, apa saja peluang kerja untuk lulusan teknik industri? Yuk, simak dan catat xx peluang kerja teknik industri beserta mata kuliah dan rekomendasi kampusnya berikut ini yang dirangkum dari laman ITB, BINUS, UI, SGU, dan Jobstreet di bawah ini!

Mata Kuliah Teknik Industri

Ilustrasi peluang kerja teknik industri
Ilustrasi Project Manager, salah satu peluang kerja teknik industri. (Foto: Unsplash/Jo Szczepanska)

Teknik industri kerap disebut sebagai program yang tidak jelas karena mempelajari semua bidang teknik dan hasil kerjanya sulit dibayangkan. Mahasiswa jurusan ini akan belajar mengelas bersama mahasiswa teknik mesin, belajar membuat rangkaian elektronik seperti teknik elektro, hingga belajar merancang program dan basis data seperti teknik informatika. Objek yang dihasilkan pun tidak jelas karena teknik industri berfokus pada proses perancangan. Jika objek yang dirancang jurusan teknik lainnya berupa jalan, pesawat, atau gedung, objek yang dihasilkan jurusan ini adalah sistem terintegrasi untuk menghasilkan produk-produk tersebut.

Mata kuliah yang dipelajari jurusan ini bervariasi di tiap universitas. Beberapa contoh mata kuliah yang ada di Teknik Industri UI antara lain sebagai berikut.

  • Proses Produksi + Praktikum
  • Sistem Kualiras
  • Pemodelan Sistem + Praktikum
  • Dasar Analitik Data
  • Akuntansi Biaya
  • Optimasi Sistem Stokastik
  • Matematika Optimasi
  • Perancangan Fasilitas dan Penanganan Material
  • Sistem Rantai Pasok
  • Perancangan Organisasi dan Psikologi Industri
  • Keberlanjutan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja
  • dan masih banyak lagi

Baca juga: Kerja di Sektor Migas, Kuliah Jurusan Apa? Ini 12 Jurusannya

10 Peluang Kerja Teknik Industri

Jurusan ini bisa bekerja di berbagai sektor, seperti manufaktur, BUMN, keuangan, transportasi dan pergudangan, telekomunikasi, jasa, hingga migas. Di sektor migas, misalnya, lulusan teknik industri berperan mengarahkan alur kerja seefektif mungkin selama proses eksplorasi hingga menentukan biaya produksi dengan budget seefisien mungkin. Pada sektor consulting, lulusan jurusan ini juga bisa berperan dalam memberikan solusi terbaik dan terefisien sesuai masalah yang dihadapi klein.

Berikut adalah 10 contoh pekerjaan yang cocok untuk teknik industri.

1. Engineering Manager

Profesi ini berperan dalam menyusun rencana kerja dan sumber daya suatu proyek. Biasanya, profesi ini banyak dibutuhkan di industri pertambangan dan penggalian serta migas. Di Indonesia, rata-rata gaji bulanan untuk profesi ini adalah Rp 14,5 juta – 17,5 juta. Namun, beberapa perusahaan bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi hingga mencapai Rp 35 juta.

2. Cost Control Engineer

Teknik industri mempelajari cara menyusun perhitungan biaya, tenaga, hingga waktu dalam proses produksi, sehingga lulusan prodi ini bisa bekerja sebagai Cost Control Engineer. Profesi ini biasanya dibutuhkan di industri perdagangan, manufaktur, hingga retail. Rata-rata gaji bulanan untuk profesi ini sekitar Rp 7 juta hingga 10 juta. Namun, gaji yang didapat bisa di atas nominal tersebut, tergantung lokasi dan skill/pengalaman yang dimiliki.

3. Project Manager

Profesi ini berperan dalam mengatur seluruh proses dalam suatu proyek dan memastikan semua tugas selesai sesuai rencana. Tanggung jawab profesi ini juga bisa mencakup manajemen sumber daya, memastikan kepatuhan sesuai standar industri dan regulasi keamanan, analisis risiko, hingga kolaborasi dengan berbagai tim. Dengan tanggung jawab tersebut, profesi ini bisa memperoleh gaji bulanan sebesar Rp 9 juta hingga 12 juta, bahkan bisa mencapai puluhan juta.

4. Logistic Specialist

Profesi ini bertugas untuk melakukan analisis rantai pasokan dalam suatu produksi dan memastikan bahwa semuanya sesuai yang direncanakan. Biasanya, profesi ini banyak ditemui di industri pangan, retail, atau distribusi barang. Rata-rata gaji bulanan profesi ini sekitar Rp 15 juta.

5. Risk Analyst

Lulusan teknik industri bisa bekerja di perusahaan multifinance, asuransi, kredit, hingga bank sebagai Risk Analyst. Peran profesi ini adalah melakukan analisis risiko untuk menentukan tipe pinjaman yang paling sesuai, menentukan kriteria calon peminjam yang memenuhi syarat, menghitung paket premi asuransi, hingga menyeleksi calon nasabah asuransi yang pengajuannya diterima. Rata-rata gaji profesi ini sekitar Rp 5,2 juta per bulan. Namun, Risk Analyst bisa memperoleh gaji di atas nominal tersebut, tergantung lokasi,  skill/pengalaman, dan masa kerja.

Baca juga: Jurusan Teknik Geomatika Belajar Apa? Ini Penjelasan dan 4 Daftar Kampusnya

6. Quality Control Engineer

Profesi ini biasanya banyak dibutuhkan di industri manufaktur dan retail. Mereka memiliki tanggung jawab terhadap kualitas hasil produk dan berwenang untuk menentukan apakah suatu produk layak dijual. Di Indonesia, rata-rata gaji profesi ini adalah Rp 5,6 juta – 8,6 juta, tetapi bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung perusahaan dan skill yang dimiliki. 

7. Health Safety Environment (HSE) Engineer

Hampir seluruh industri membutuhkan HSE Engineer untuk melakukan analisis lokasi, risiko, dan prosedur kerja. Mereka berperan dalam memastikan bahwa setiap pekerja aman saat melaksanakan kewajibannya serta memastikan keselamatan kerja. Rata-rata gaji bulanan HSE Engineer di level staff sekitar Rp 5 juta – 8 juta, level supervisor sekitar Rp 10 juta – 15 juta, dan level manajerial bisa mencapai puluhan juta rupiah.

8. Human Resource Specialist

Banyak perusahaan manufaktur hingga pertambangan yang tidak hanya membuka lowongan kerja HR Specialist untuk lulusan psikologi, tetapi juga lulusan teknik industri. Hal ini dikarenakan jurusan ini mempelajari aspek-aspek HR, sehingga bisa melakukan manajemen kualitas dan performa karyawan serta melakukan perbaikan pada sistem rekrutmen, orientasi, hingga training. Di Indonesia, rata-rata gaji HR Specialist sekitar Rp 6,4 juta – 14,3 juta, tergantung perusahaan, skill/pengalaman, dan masa kerja. 

9. Konsultan

Berdasarkan data ITS, 12% lulusan teknik industri dari kampus tersebut bekerja di sektor jasa, seperti maintenance, konsultan, hingga pengadaan listrik. Di bidang konsultan, lulusan prodi ini bisa bekerja sebagai Supply Chain & Operations Consultant, Manufacturing Engineering Consultant, ERP Consultant, People & Organization Consultant, dan sebagainya. Gaji bulanan profesi ini bervariasi dan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

10. Akademisi

Lulusan jurusan ini tentunya bisa bekerja di bidang pendidikan dan penelitian, baik sebagai dosen, peneliti, maupun tenaga pendidik lainnya. Rata-rata gaji bulanan yang bisa diperoleh dosen sekitar Rp 5,6 juta hingga 8,6 juta.

Baca juga: 12 Peluang Kerja Jurusan Biologi, Gak Cuma Jadi Guru!

5 Rekomendasi Kampus Teknik Industri

1. Institut Teknologi Bandung

Di ITB, prodi Teknik Industri berada di bawah Fakultas Teknologi Industri. Terdapat 2 macam kelas yang ditawarkan, yaitu kelas reguler dan IUP (Industrial Engineering). Kamu bisa mendaftar program reguler melalui jalur SNBP, SNBT, atau SSU-ITB. Adapun kelas IUP memiliki jalur seleksi sendiri yang mencakup seleksi administrasi, ITB-AQ Test, hingga ITB-ELQ Test. 

2. Universitas Indonesia

Teknik Industri UI menawarkan pembelajaran dengan perspektif Service System Engineering dan sudah terjamin kualitasnya dengan akreditasi Unggul dari LAM Teknik dan akreditasi internasional dari IABEE. Terdapat 2 macam kelas di prodi ini, yaitu kelas reguler dan Kelas Khusus Internasional (KKI). Kelas reguler bisa kamu daftar melalui jalur SNBP, SNBT, Prestasi, hingga SIMAK. Sementara itu, KKI bisa didaftar melalui jalur Talent Scouting dan SIMAK KKI.

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

ITS memiliki program sarjana Teknik Industri di bawah Departemen Teknik Sistem dan Industri. Kampus ini juga menawarkan 2 macam kelas, yaitu kelas reguler dan IUP. Khusus kelas IUP, mahasiswa berkesempatan mengikuti program Double Degree bersama University of Queensland atau Rennes School of Business France.

4. Universitas Gadjah Mada

Prodi Teknik Industri berada di bawah Departemen Teknik Mesin dan Teknik Industri UGM. Untuk berkuliah di prodi ini, kamu bisa mengikuti jalur SNBP, SNBT, hingga Mandiri. Jika tertarik dengan pembelajaran teknik industri berstandar global, kamu bisa mengikuti seleksi IUP.

5. Universitas Diponegoro

Undip memiliki prodi S1 Teknik Industri di 2 kampus, yaitu kampus Tembalang dan Batang. Kualitas prodi ini sudah terjamin melalui akreditasi Unggul dari BAN-PT dan akreditasi internasional dari IABEE. Kamu bisa berkuliah di kampus ini melalui jalur SNBP, SNBT, Mandiri, atau IUP.

Nah, itu dia 10 contoh peluang kerja jurusan teknik industri beserta mata kuliah dan rekomendasi kampusnya. Semoga bermanfaat, ya!

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *