Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi migas yang begitu besar. Per tahun 2025, tercatat ada 128 basin atau cekungan sedimen di Indonesia yang memiliki potensi minyak dan gas bumi. Sektor migas pun menjadi lahan basah dan membuat banyak orang ingin bekerja di sektor ini.
Kebutuhan akan kemampuan teknis yang mumpuni membuat perusahaan migas menawarkan gaji yang besar kepada pekerjanya. Data BPS per Mei 2026 mencatat rata-rata gaji sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 5,79 juta per bulan, menjadikan sektor ini sebagai lapangan usaha dengan rata-rata gaji tertinggi di Indonesia. Selain itu, Oil & Gas Drilling Manager di sektor ini juga menjadi pekerjaan dengan gaji tertinggi di Indonesia menurut data Michael Page, yaitu mencapai Rp 350 juta per bulan.
Lantas, jurusan apa saja yang bisa kerja di migas? Intip 12 jurusannya di bawah ini!
Lingkup Pekerjaan dan Skill yang Dibutuhkan Industri Migas

Migas merupakan sektor yang berfokus pada eksplorasi, ekstrasi, pengolahan/pengilangan, transportasi, dan distribusi produk minyak dan gas alam. Secara umum, sektor migas terbagi menjadi 3 bidang kerja berikut.
- Upstream (hulu): Eksplorasi dan pengeboran minyak bumi dan gas alam
- Midstream; trasnportasi, penyimpanyan, dan pengolahan
- Downstream: pemurnian/pengilangan, marketing, dan distribusi
Dari berbagai bidang kerja tersebut, perusahaan sektor migas nantinya akan menetapkan bidang kerja yang lebih spesifik lagi sesuai kebutuhan perusahaan. Exxon Mobil, misalnya, membagi bidang pekerjaan menjadi commercial & business, engineering, supply chain, dan sebagainya.
Sektor migas pun membutuhkan berbagai skill, mulai dari skill teknis untuk produksi hingga skill komunikasi. Menurut laman Petro Training, terdapat pula beberapa skill yang dibutuhkan sektor migas di masa kini dan masa depan. Skill yang dibutuhkan mencakup skill berikut.
- Digitalisasi & Data (Oil 4.0)
Monitor sumur minyak kini bisa dilakukan dengan AI. Oleh karena itu, skill terkait data analyst atau automation engineer pun dibutuhkan dalam eksplorasi dan produksi migas masa kini.
- Keahlian Teknis Spesifik
Eksplorasi agresif dan kegiatan ekstraksi di sektor ini membuat keahlian teknis spesifik, seperti teknik fracturing dan EOR sangat dibutuhkan.
- Standar HSE & ESG
Mengingat isu lingkungan menjadi isu yang sensitif di masa kini, perusahaan migas pun membutuhkan pekerja yang memahami praktik Health, Safety, & Environment (HSE) dan Environmental, Social, & Governance (ESG).
Baca juga: Jurusan Teknik Geomatika Belajar Apa? Ini Penjelasan dan 4 Daftar Kampusnya
12 Jurusan yang Bisa Kerja di Sektor Migas
Jurusan yang paling banyak dicari oleh perusahaan migas adalah jurusan dari Fakultas Teknik. Namun, jurusan nonteknik juga memiliki peluang yang besar untuk bekerja di sektor, mengingat kebutuhan sektor migas di bidang marketing, hukum, dan lain-lain.
Berikut adalah 12 rekomendasi jurusan yang memiliki peluang kerja di sektor migas.
1. Teknik Perminyakan
Salah satu jurusan yang paling cocok dengan sektor migas adalah Teknik Perminyakan. Di jurusan ini, kamu akan mempelajari teori geosains, ilmu-ilmu dasar (matematika, fisika, dan kimia), ilmu lingkungan, ilmu rekayasa (matematika teknik perminyakan, material teknik perminyakan, dan sebagainya), serta aplikasi teknik reservoir, teknik pemboran, teknik produksi, dan ekonomi teknik. Setelah lulus, alumni jurusan ini bisa kerja di sektor migas sebagai Reservoir Engineer, Production Engineer, hingga Drilling Engineer.
Terdapat beberapa kampus yang bisa kamu tuju jika ingin berkuliah di prodi ini, yakni sebagai berikut.
- Institut Teknologi Bandung – FTTM (S1 Teknik Perminyakan)
- UPN Veteran Yogyakarta – S1 Teknik Perminyakan
- STT Migas Balikpapan – S1 Teknik Perminyakan dan D3 Teknik Pengolahan Minyak dan Gas.
- Institut Teknologi Sumatera – S1 Rekayasa Migas
- Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) – D4 Teknik Produksi Migas dan D4 Teknik Pengolahan Migas
2. Teknik Geologi dan Teknik Geofisika
Eksplorasi migas membutuhkan keahlian geologi dan geofisika. Migas sendiri menjadi salah satu hal yang dipelajari di jurusan Teknik Geologi. Ilmu ini bisa digunakan untuk mengetahui keberadaan minyak bumi di bawah tanah, lalu mengeksplorasi dan memproduksinya. Beberapa metode yang biasa digunakan dalam eksplorasi migas antara lain petrologi, stratigrafi, hingga sedimentologi.
Jika ingin berkuliah di jurusan ini, kamu bisa memilih salah satu kampus berikut.
- Institut Teknologi Bandung – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (S1 Teknik Geologi)
- Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Geologi
- Universitas Padjadjaran – S1 Teknik Geologi
- UPN Veteran Yogyakarta – S1 Teknik Geologi
- Universitas Indonesia – S1 Geologi
3. Teknik Geofisika
Selain Teknik Geologi, Teknik Geofisika juga dibutuhkan untuk eksplorasi migas. Metode geofisika berguna untuk survei dalam area yang cukup luas dan mampu menembus kedalaman yang belum ditembus teknologi pemboran saat ini. Dalam industri migas, metode geofisika yang bisa digunakan antara lain refleksi dan magnetotelluric untuk geothermal.
Tertarik berkuliah di jurusan ini? Kamu bisa memilih kampus berikut.
- Institut Teknologi Bandung – FTTM (S1 Teknik Geofisika)
- Universitas Gadjah Mada – S1 Geofisika
- Universitas Indonesia – S1 Geofisika
- Universitas Padjadjaran – S1 Geofisika
- UPN Veteran Yogyakarta – S1 Teknik Geofisika
4. Teknik Kimia
Teknik Kimia membekali mahasiswanya dengan ilmu tentang reaksi kimia, proses pemisahan, dan teknologi pengolahan minyak mentah. Dengan demikian, lulusan Teknik Kimia bisa berperan dalam pengolahan dan pemurnian migas. Di Exxon Mobil, misalnya, lulusan Teknik Kimia dibutuhkan untuk posisi Raw Materials Characterization Engineer, Manufacturer Process Engineer, dan sebagainya.
Beberapa kampus yang bisa kamu tuju untuk studi Teknik Kimia antara lain sebagai berikut.
- Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Kimia
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember – S1 Teknik Kimia
- Institut Teknologi Bandung – Fakultas Teknologi Industri (S1 Teknik Kimia)
- Universitas Indonesia – S1 Teknik Kimia
- Universitas Diponegoro – S1 Teknik Kimia
5. Teknik Geodesi dan Geomatika
Teknik Geodesi merupakan ilmu yang mempelajari pengukuran dan representasi bumi dan benda-benda langit lainnya. Cabang ilmu ini salah satunya mempelajari tentang survei dan pemetaan yang bisa digunakan di industri migas. Geodesi berperan dalam menentukan kerangka dasar pemetaan, membantu geologist untuk menempatkan titik pemboran, melakukan pemetaan topografi untuk kebutuhan jalur pemipaan dan pembangunan fasilitas produksi, dan sebagainya.
Adapun Teknik Geomatika merupakan gabungan teknik geodesi dan keilmuan lainnya. Di jurusan ini, kamu akan mempelajari teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, hingga pemetaan dan analisis data geospasial yang dapat digunakan untuk memetakan lokasi minyak dan gas.
Jika ingin berkuliah di jurusan Teknik Geodesi atau Teknik Geomatika, kampus yang bisa kamu tuju antara lain sebagai berikut.
- Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Geodesi
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember – S1 Teknik Geomatika
- Institut Teknologi Bandung – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (S1 Teknik Geodesi dan Geomatika)
- Institut Teknologi Sumatera – S1 Teknik Geomatika
- UPN Veteran Yogyakarta – S1 Teknik Geomatika
- Universitas Diponegoro – S1 Teknik Geodesi
6. Teknik Mesin
Jurusan ini dibutuhkan untuk melakukan analisis kondisi peralatan, pencegahan kerusakan, hingga melakukan perbaikan alat-alat produksi di industri migas. Terdapat pula prodi terkait teknik mesin yang mempelajari mesin kilang minyak secara spesifik, yaitu Teknik Mesin Kilang.
Beberapa contoh kampus yang memiliki jurusan Teknik Mesin antara lain sebagai berikut.
- PEM Akamigas – D4 Teknik Mesin Kilang
- Institut Teknologi Bandung – FTMD (S1 Teknik Mesin)
- Institut Sepuluh Nopember – S1 Teknik Mesin
- Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Mesin
Baca juga: 12 Peluang Kerja Jurusan Biologi, Gak Cuma Jadi Guru!
7. Teknik Elektro dan Elektronika Instrumentasi (ELINS)
Talenta yang memahami kelistrikan dibutuhkan untuk instalasi, operasi, maupun maintenance kelistrikan di perusahaan migas. Di Exxon Mobil dan BP, misalnya, jurusan ini dibutuhkan untuk posisi Electrical Engineer, Instrumentation Engineer, hingga Instrument & Electrical Technician.
Apabila ingin berkuliah di jurusan ini, kamu bisa melanjutkan studi di kampus berikut.
- PEM Akamigas – D4 Teknik Instrumentasi Kilang
- Universitas Gadjah Mada – S1 Teknik Elektro dan S1 ELINS
- Institut Teknologi Bandung – STEI (S1 Teknik Elektro)
- STT Migas Balikpapan – D3 Teknik Instrumentasi dan Elektronika Migas
8. Teknik Kelautan dan Teknik Lepas Pantai
Teknik Kelautan merupakan prodi yang mempelajari ilmu rekayasa terkait struktur dan infrastruktur pantai dan lepas pantai. Selain Teknik Kelautan, terdapat pula prodi Teknik Lepas Pantai yang mempelajari rekayasa struktur dan sistem lepas pantai secara spesifik. Kedua ilmu ini dibutuhkan oleh industri migas di zona onshore, offshore, maupun subsea.
Beberapa kampus yang menawarkan jurusan ini adalah sebagai berikut.
- Institut Teknologi Bandung – FTSL (S1 Teknik Kelautan)
- Institut Sepuluh Nopember – S1 Teknik Kelautan dan S1 Teknik Lepas Pantai
- Institut Teknologi Sumatera – S1 Teknik Kelautan
9. Ilmu Hukum
Praktik industri migas harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga perusahaan migas membutuhkan tenaga ahli hukum. Lulusan hukum dibutuhkan untuk analisis dan monitoring regulasi, mengelola urusan perpajakan, hingga menentukan strategi perusahaan terkait aspek hukum. Beberapa contoh pekerjaan di sektor migas untuk lulusan hukum antara lain Lawyer, Advisor Natural Gas Policy – Regulatory Affairs, Litigation Attorney, Tax Advisory Specialist
Jurusan ini bisa kamu temui dengan mudah di banyak universitas, seperti universitas berikut.
- Universitas Gadjah Mada – S1 Ilmu Hukum
- Universitas Indonesia – S1 Ilmu Hukum
- Universitas Airlangga – S1 Ilmu Hukum
- Universitas Padjadjaran – S1 Ilmu Hukum
10. Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan atau Ilmu Kesejahteraan
PT di Indonesia, termasuk perusahaan migas, memiliki kewajiban untuk menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau kerap disebut CSR. Dengan demikian, perusahaan migas banyak membutuhkan tenaga ahli yang memahami cara menyusun program CSR, menyusun laporan terkait TJSL, hingga melakukan analisis manajemen risiko sosial. Untuk menjalankan peran tersebut, perusahaan migas merekrut lulusan prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Ilmu Kesejahteraan Sosial, atau jurusan terkait.
Tertarik dengan jurusan ini? Kamu bisa menempuh studi di universitas berikut.
- Universitas Gadjah Mada – S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan
- Universitas Indonesia – S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial
- Universitas Padjadjaran – S1 Kesejahteraan Sosial
- Poltekesos Bandung – D4 Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial
11. Teknik Lingkungan
Jurusan ini mempelajari pengelolaan limbah, pencemaran, hingga perlindungan lingkungan. Selain itu, jurusan ini juga mempelajari analisis ESG dan AMDAL yang dibutuhkan industri migas.
Apabila tertarik dengan prodi ini, kamu bisa berkuliah di kampus berikut.
- Universitas Diponegoro – S1 Teknik Lingkungan
- Institut Teknologi Bandung – FTSL (S1 Teknik Lingkungan)
- Universitas Indonesia – S1 Teknik Lingkungan
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember – S1 Teknik Lingkungan
12. Finance dan Akuntansi
Kedua jurusan ini memiliki peran penting bagi perusahaan, mulai dari mengelola keuangan, melakukan audit, hingga mengurus perpajakan. Beberapa kampus yang bisa kamu pilih jika ingin berkuliah di jurusan ini adalah sebagai berikut.
- Universitas Gadjah Mada – S1 Akuntansi
- Universitas Indonesia – S1 Akuntansi
- Universitas Airlangga – S1 Akuntansi dan D4 Akuntansi Bisnis Digital
Nah, itulah 12 jurusan yang bisa kamu tuju jika ingin kerja di sektor migas. Semoga membantu, ya!
Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.
Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.