jurusan film dan televisi kerja apa

Kamu tentu sudah pernah menonton film dan acara televisi, bukan? Kedua karya ini menampilkan cerita dan visualisasi yang menarik perhatian. Namun, pernahkah kamu berpikir tentang orang-orang yang bekerja di balik produksi kedua karya ini? Nah, terdapat berbagai profesi di balik produksi film dan televisi dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah latar belakang jurusan film dan televisi.

Jurusan film dan televisi mempelajari banyak aspek dalam produksi film dan televisi, mulai dari penyutradaraan, penulisan naskah, hingga tata artistik. Di jurusan ini, kamu akan belajar tentang teori dan praktik yang dibutuhkan untuk produksi film dan televisi.

Nah, kira-kira lulusan  jurusan film dan televisi bisa kerja apa saja, ya? Lalu, apakah lulusan prodi ini hanya bisa berkarier sebagai kru film? Temukan penjelasan lengkap tentang mata kuliah, 14 prospek kerja, hingga 7 kampus jurusan film dan televisi di bawah ini! 

Mata Kuliah Jurusan Film dan Televisi

jurusan film dan televisi kerja apa
Ilustrasi jurusan film dan televisi kerja apa. (Foto: Unsplash/Billy Freeman)

Kurikulum yang diterapkan tiap jurusan film dan televisi bisa berbeda-beda, tergantung jenjang pendidikan dan kebijakan kampus masing-masing. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa mata kuliah yang diajarkan di jurusan Film dan Televisi ISI Yogyakarta.

  • Teori Film dan Televisi
  • Etika Film dan Televisi
  • Naskah Fiksi
  • Tata Kamera
  • Jurnalistik Televisi
  • Sinematografi 
  • Naskah Non Fiksi
  • Penyutradaraan Film dan Televisi
  • Desain Produksi
  • Editing Film
  • Tata Suara Film dan Televisi
  • Akting Film
  • Tata Artistik
  • Tata Rias dan Busana
  • Musik Ilustrasi dan Skoring
  • Produksi Terpadu
  • Manajemen Penayangan & Distribusi
  • Kritik Seni Film dan Televisi
  • Semiotika
  • Festival Film & Kuratorial
  • dan lain-lain

Baca juga: Hari Batik Nasional 2026: 3 Kampus Jurusan Batik & Prospek Kerjanya Kini

Jurusan Film dan Televisi Kerja Apa?

Lulusan jurusan film dan televisi bisa kerja apa saja? Berikut daftar prospek kerjanya.

1. Kritikus Program Televisi dan Film

Salah satu bidang yang dipelajai di jurusan ini adalah kritik seni film dan televisi, sehingga lulusan jurusan ini nantinya bisa bekerja sebagai kritikus film/program televisi. Profesi ini bertugas untuk menyimak, mencatat, dan menganalisis berbagai aspek film/program televisi mulai dari akting, pengembangan alur, penulisan, editing, penyutradaraan, hingga sinematografi. Biasanya, kritikus film/program televisi bekerja di perusahaan media, radio, televisi, majalah, atau memiliki blog/media sendiri.

2. Program Designer

Perancang produksi program bertugas merancang gaya visual dan estetika dalam suatu film, program televisi, produksi teater, iklan, video musik, atau media visual lainnya. Profesi ini akan memastikan bahwa desain dari setting tempat, properti, warna, hingga elemen visual dalam karya yang dibuat sejalan dengan visi director dan tampak apik di mata audiens. Kamu bisa menemukan profesi ini di industri hiburan, seperti studio film, perusahaan televisi, agensi periklanan, perusahaan teater, hingga rumah produksi. 

3. Producer

Produser merupakan “jantung” dari sebuah produksi film atau program televisi. Mereka memiliki pengetahuan terkait screenwriting, directing, editing, storytelling, kesadaran komersial, kepemimpinan, hingga manajemen logistik dan pendanaan. Profesi ini menjadi aktor utama pengambilan keputusan dalam suatu produksi film/program televisi, seringkali menjadi orang pertama yang terlibat dalam produksi film serta menemukan peluang dan kelayakan komersial untuk film/program yang diproduksi.

4. Director & Program Director

Director atau sutradara adalah pemimpin kreatif yang membentuk setiap aspek hingga tercipta cerita menarik dalam film atau program televisi. Mereka berperan dalam praproduksi, mengarahkan aktor dan kru film saat proses produksi, hingga menyusun adegan-adegan film yang sudah direkam agar membentuk film/program yang menarik. 

5. Script Writer

Profesi ini bertugas menyusun cerita, narasi, dan dialog untuk film, program televisi, video musik, iklan, hingga video game. Mereka bisa menulis skrip sendirian atau berkolaborasi dalam tim penulis, tergantung pada tipe, skala, dan budget produksi. 

6. Art Director  

Art Director atau penata artistik bertanggung jawab atas aspek visual dalam film atau program televisi dan menjadi penghubung untuk perancang produksi dan kru artistik. Mereka akan menggunakan elemen desain dan gaya seperti pencahayaan, warna, dan efek untuk menarik perhatian audiens serta menyampaikan pesan-pesan film/program televisi. Profesi ini tidak hanya dibutuhkan dalam industri film dan televisi, tetapi juga teater, periklanan, fashion, animasi, hingga video game.   

7. Director of Photography 

Profesi ini dikenal juga dengan nama Cinematographer. Tugas dari profesi ini adalah menerjemahkan visi kreatif director menjadi visual storytelling melalui penggunaan cahaya, bayangan, hingga framing spesifik. Mereka berperan dalam membentuk estetika visual suatu film/program dengan tugas mencakup perencanaan syuting bersama sutradara, pemilihan peralatan (kamera, lensa, dan sebagainya), pengawasan lighting untuk tiap adegan, hingga mengarahkan kru kamera.

Baca juga: Apa Itu SMMPTN Barat? Ini Informasi Tes, Mata Ujian, dan 27 Daftar PTN-nya

8. Camera Person

Jika Director of Photography bertugas mengarahkan kru kamera, maka Camera Person atau kru kamera menjadi orang yang bertugas memegang kamera dan melakukan perekaman adegan. Tugas mereka mencakup pemilihan posisi kamera yang tepat, merekam sambil menyesuaikan frame dan menjaga keseimbangan kamera, serta memberi tahu director apakah hasil syutingnya sudah baik. Adapun dalam produksi program televisi, Camera Person bisa bekerja dengan beberapa kamera sekaligus sembari diarahkan oleh director dari control room.

9. Editor

Film Editor atau Video Editor bertugas mengedit rekaman mentah menjadi karya final yang kohesif. Tugas mereka juga mencakup pemilihan angle kamera, adegan, hingga suara dan efek visual yang sesuai dengan skrip film. 

10. Lighting Director

Profesi ini bertanggung jawab atas desain lighting (warna, shadow, highlight, tone) dalam sebuah produksi film, program televisi, atau teater. Mereka akan menggunakan berbagai tools, seperti peralatan lighting hingga strategi teknik kelistrikan dan special effect, untuk menciptakan atmosfer tertentu dalam suatu film/program.

11. Sound Designer

Profesi ini bertugas untuk mengumpulkan, merekam, hingga mengedit suara untuk berbagai proyek media. Dengan perpaduan efek suara, musik, dan dialog, Sound Designer bisa menciptakan suasana dalam film, video game, dan proyek hiburan lainnya.

12. Wardrobe Designer

Dalam suatu film atau program televisi, para aktor yang terlibat menggunakan berbagai kostum untuk mendukung cerita yang disampaikan. Nah, orang yang bertugas untuk mendesain, membuat, dan memilih kostum untuk aktor disebut Wardrobe Designer. Profesi ini memiliki kemampuan terkait styling, sejarah kostum, storytelling, pembuatan pakaian, manajemen, hingga komunikasi.

13. Make-up Designer

Make-up Designer atau Make-up Artist bertugas mengaplikasikan produk make up ke wajah dan tubuh aktor untuk membuat tampilan visual aktor semakin menarik dan sesuai dengan cerita yang disampaikan. Tugas profesi ini mencakup konsultasi dengan klien untuk menentukan make-up yang sesuai, mengaplikasikan make-up, konsultasi dengan Lighting Director agar make-up sesuai dengan stage dan lighting, hingga membeli berbagai make-up sesuai kebutuhan produksi.

14. Akademisi

Tentunya, selain menjadi orang yang bekerja langsung di industri, lulusan prodi ini juga bisa bekerja sebagai dosen atau peneliti di bidang film dan televisi.

Baca juga: 5 Kampus PTN yang Punya Jurusan K3, Ada UI!

7 Kampus dengan Jurusan Film dan Televisi

Kamu bisa berkuliah di jurusan film dan televisi, baik program diploma maupun sarjana, yang ada di perguruan tinggi berikut ini.

1. ISI Yogyakarta

Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta memiliki 2 jurusan terkait bidang ini, yaitu S1 Film dan Televisi serta D4 Produksi Film dan Televisi. Kedua prodi ini sama-sama mempelajari produksi film dan televisi, tetapi D4 Produksi Film dan Televisi memiliki persentase praktik yang lebih besar. Gelar yang akan didapatkan pun berbeda, yaitu Sarjana Seni (S.Sn.) untuk prodi S1 dan Sarjana Terapan Seni (S.Tr.Sn.). 

Tertarik berkuliah di jurusan ini? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri. Pada tahun 2026, prodi S1 Film dan Televisi menyediakan daya tampung sebesar 100 kursi dengan cakupan 30% SNBP, 40% SNBT, dan 30% Mandiri. Sementara itu, D4 Produksi Film dan Televisi memiliki daya tampung sebesar 35 kursi dengan cakupan 30% SNBP, 40% SNBT, dan 30% Mandiri.

2. Institut Kesenian Jakarta 

Sama seperti ISI Yogyakarta, IKJ juga menawarkan program diploma dan sarjana di bawah Fakultas Film dan Televisi, yaitu D3 Produksi Televisi dan Film serta S1 Televisi dan Film. Program D3 di fakultas ini sudah terakreditasi A, sedangkan program S1-nya mendapat akreditasi B. Kampus ini berstatus PTS, sehingga penerimaan mahasiswa baru hanya tersedia pada jalur mandiri.

3. ISI Surakarta

Kampus yang berlokasi di Kecamatan Jebres ini memiliki prodi S1 Film dan Telebisi di bawah Fakultas Seni Rupa dan Desain. Prodi ini berfokus pada keterampilan Line Producer, Asisten Produser, Asisten Sutradara, Asisten Produksi, Asisten Penulis Skenario, Kamerawan, Asisten Editor, Penata Artistik, Asisten Peneliti, serta Periset Konten Program Televisi. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini akan mendapat gelar S.Sn.

Prodi ini menjadi prodi dengan peminat tertinggi kedua setelah S1 DKV pada pilihan prodi 1. Adapun daya tampung prodi ini pada 2026 adaah 60 kursi SNBP, 60 kursi SNBT, dan 30 kursi Mandiri.

4. Universitas Padjadjaran

Unpad memiliki prodi S1 Televisi dan Film di bawah Fakultas ilmu Komunikasi. Prodi yang sudah terakreditasi B ini bertujuan untuk mencetak talenta line produser, kreatif, dan media analis. Pembelajaran di prodi ini berisi 40% praktik dan 60% teori dengan materi seputar kajian film, kajian televisi, penulisan naskan, dan sebagainya. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini akan mendapat gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.).

Jika tertarik dengan prodi ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, SMUP dan Rapor, UTBK dan Rapor, atau Minat Bakat.

5. Universitas Pendidikan Indonesia

Masih di Jawa Barat, terdapat PTN lain yang juga memiliki prodi S1 Film dan Televisi, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia. Prodi ini berada di bawah Fakultas Pendidikan Seni dan Desain. Kualitas pembelajaran prodi ini pun sudah terakreditasi Baik. 

Prodi ini memiliki keketatan seleksi sebesar 1:10. Jalur penerimaan yang dibuka pada 2026 mencakup SNBP dengan daya tampung 20 kursi, SNBT dengan daya tampung 30 kursi, dan Mandiri dengan daya tampung 30 kursi.

6. ISI Bali

Jika kamu tertarik berkuliah film dan televisi di Denpasar, kamu bisa memilih prodi D4 Produksi Film dan Televisi di Fakultas Seni Rupa dan DesainISI Bali. Kualitas pembelajaran prodi ini sudah terjamin dengan akreditasi Unggul. Setelah lulus, mahasiswa prodi ini akan mendapat gelar Sarjana Terapan Seni (S.Tr.Sn.).

Tertarik dengan prodi ini? Kamu bisa mendaftarkan diri melalui jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri.

7. Akademi Komunikasi SAE Indonesia

SAE Indonesia Creative Media Academy merupakan kampus yang berfokus pada bidang animasi, film, dan multimedia. Kampus ini pun menawarkan prodi D4 Produksi Film dan Televisi. Prodi ini memiliki keunggulan berupa ruang kelas setara studio film profesional kelas dunia dengan peralatan 4K Red, kamera Sony dan Canon, DaVinci Resolve colour grading software, Avid Media Composer, hingga Adobe Creative Cloud.

Nah, itu dia penjelasan tentang 14 prospek kerja, mata kuliah, dan 7 kampus jurusan film dan televisi. Sekarang kamu sudah paham, kan, jurusan film dan televisi bisa kerja apa? Kira-kira kamu tertarik dengan profesi yang mana? 

Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.

Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *