Memiliki mata minus sering menjadi salah satu kekhawatiran bagi para pejuang kedinasan, karena banyak yang menerapkan persyaratan harus memiliki penglihatan normal. Hal tersebut menjadi seleksi ketat yang tidak bisa diganggu gugat, karena panitia akan melakukan pemeriksaan fisik setiap peserta tanpa terkecuali. Namun, masih ada sejumlah sekolah kedinasan yang boleh mata minus.
Sekolah kedinasan tersebut memberikan toleransi dengan menerapkan batasan maksimal untuk peserta yang memiliki gangguan penglihatan, baik mata minus, plus, silinder bahkan untuk yang buta warna sekaligus.
5 Sekolah Kedinasan yang Boleh Mata Minus

Sejauh ini, ada 5 sekolah kedinasan ikatan dinas yang memberikan toleransi untuk peserta yang memiliki kondisi mata minus, di antaranya:
1. PKN STAN
Polteknik Keuangan Negara – Sekolah Tinggi Akuntansi Negara menjadi salah satu sekolah kedinasan yang memiliki jumlah pendaftar terbanyak setiap tahunnya. Sekolah kedinasan ini tergolong lebih santai jika dibandingkan dengan sekolah kedinasan ikatan dinas lainnya, termasuk dalam persyaratan kondisi mata yang mana PKN STAN tidak memberikan batasan bagi peserta yang memiliki mata minus, silinder maupun plus, bahkan untuk kondisi penglihatan buta warna masih diperbolehkan mendaftar dan mengikuti pendidikan dengan berkacamata.
2. Polstat STIS
Politeknik Statistika STIS atau dikenal dengan Polstat STIS juga bisa menjadi pilihan karena sekolah kedinasan ini memberikan toleransi bagi peserta yang berkacamata. Berdasarkan persyaratan yang tercantum di pengumuman penerimaan, peserta yang berkacamata atau menggunakan lensa kontak minus atau plus akan diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri. Namun untuk peserta dengan gangguan buta warna, baik buta warna total maupun parsial masih belum diberikan toleransi.
Baca juga: Siap-Siap! Ini Tahapan Seleksi dan Syarat Pendaftaran Poltek Imipas 2026
3. STMKG
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ini termasuk dalam sekolah kedinasan yang memperbolehkan calon peserta berkacamata dengan batasan tertentu. Melihat dari ketentuan penerimaan yang tercantum, calon Taruna STMKG boleh mendaftar dengan kondisi mata minus maksimal 4 dioptri dan silinder maksimal 2 dioptri. Namun tidak boleh mengalami buta warna.
Jadi untuk kamu yang memiliki mata minus maupun silinder, masih dapat mempertimbangkan STMKG sebagai pilihan sekolah kedinasan jika di bawah batas yang ditentukan. STMKG juga memberikan ketentuan bahwa jika diterima nanti, bersedia untuk melakukan prosedur LASIK dengan biaya pribadi.
4. STIN
Sekolah Tinggi Intelijen Negara adalah sekolah kedinasan yang berfokus di bidang intelijen. Meski memiliki kesan yang ketat, serius dan misterius, namun STIN masih memberikan toleransi untuk peserta yang memiliki gangguan penglihatan seperti minus atau plus dengan batas maksimal 1 dioptri. Kalau kamu memiliki kondisi minus atau plus yang tergolong ringan, masih berkesempatan untuk menjadi Taruna STIN.
5. Poltek SSN
Pilihan sekolah kedinasan terakhir adalah Politeknik Siber dan Sandi Negara, yang memberikan toleransi untuk mata minus dan plus dengan batas maksimal 1 dioptri. Masih tergolong ringan tapi bisa jadi peluang besar untuk kamu yang ingin belajar di bidang siber dan sandi negara. Untuk peserta yang memiliki gangguan buta warna, baik parsial maupun total masih belum diperkenankan untuk mendaftar.
Baca juga: Berapa Nilai Minimal untuk Pendaftaran STIS 2026? Cek Persiapan Lengkapnya
Nah, kamu tidak perlu pesimis hanya karena punya mata minus, karena masih ada peluang di 5 sekolah kedinasan tadi. Namun penting untuk tidak hanya berpatokan pada informasi dari tahun-tahun sebelumnya karena setiap tahunnya setiap sekolah kedinasan akan memperbarui persyaratannya. Jadi sambil menentukan sekolah kedinasan yang boleh mata minus, pastikan untuk mengecek pengumuman resmi dari sekolah kedinasan yang dituju.
Raih impian masuk kampus pilihanmu bersama Indonesia College. Tersedia bimbingan khusus PTN, Kedokteran, Bimbel Kedinasan, IUP UGM, dan KKI UI. Belajar juga makin mudah dengan adanya layanan Bimbel Online.
Dapatkan informasi terkini dunia perkuliahan di blog indonesiacollege.co.id. Cek juga halaman kami lainnya di bimbelkedokteran.id dan indonesia-college.com – Indonesia College sudah berpengalaman sejak tahun 1993.